Tentang Kami


Ngudarrasa bukan tempat untuk mencari jawaban, apalagi kesimpulan besar. Kalau ada yang datang ke sini dengan harapan menemukan sesuatu yang rapi dan jelas, mungkin akan sedikit kecewa.

Tempat ini lebih cocok untuk hal-hal yang setengah jadi. Pikiran yang belum selesai. Atau rasa yang sebenarnya tidak penting, tapi entah kenapa terus muncul.

Banyak dari yang ditulis di sini berangkat dari hal kecil. Kejadian sehari-hari yang sebenarnya biasa saja. Orang ngobrol, orang bercanda, orang melakukan sesuatu yang kalau dilihat sekilas tidak ada masalah. Tapi kalau diperhatikan sedikit lebih lama, kok rasanya ada yang tidak pas.

Dari situ biasanya mulai kepikiran. Tidak selalu sampai pada kesimpulan. Kadang justru berhenti di pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu dijawab.

Ngudarrasa dibuat untuk menampung hal-hal seperti itu.

Di sini, sambat tidak harus ditahan. Keluhan tidak harus disaring terlalu rapi. Dan misuh tidak harus selalu terdengar keras.

Tapi tetap ada satu hal yang dijaga: apa pun yang keluar, sempat dipikirkan—meskipun hanya sebentar.

Karena kalau semuanya dikeluarkan mentah-mentah, biasanya cepat habis. Tapi kalau ditahan terlalu lama, juga tidak enak.

Jadi jalan tengahnya sederhana: ditulis.

Isinya memang campur-campur. Ada yang terasa seperti catatan kecil. Ada yang seperti keluhan. Ada juga yang hanya pengamatan sederhana terhadap hal-hal yang sering dianggap biasa.

Tidak semua tulisan di sini penting. Bahkan mungkin sebagian besar tidak.

Tapi justru dari hal-hal yang tidak penting itu, kadang muncul sesuatu yang terasa dekat. Sesuatu yang mungkin juga pernah dipikirkan, tapi tidak sempat diucapkan.

Ngudarrasa juga tidak sedang berusaha menjadi tempat yang paling benar. Tidak ada kewajiban untuk selalu sepakat, dan tidak ada tuntutan untuk selalu setuju.

Kalau setelah membaca ada yang terasa mengganjal, itu wajar. Kalau terasa biasa saja, juga tidak masalah.

Karena pada akhirnya, tempat ini hanya ingin melakukan satu hal sederhana: memberi ruang bagi hal-hal yang sering lewat begitu saja, supaya sempat tinggal sebentar.

Kalau ternyata ada yang merasa, “ini kok pernah kepikiran juga,” ya berarti tidak sendirian.




© Ngudar Rasa
Ditulis oleh: Pemilik Blog